MERANCANG PENGALAMATAN JARINGAN
MERANCANG
PENGALAMATAN JARINGAN
Oleh: Hadi Supriadi
NIM/Kelas: 211223004 / 2A

A.
Mengidentifikasi Sistem Operasi pada Jaringan
1. Pengertian
Sistem Operasi
Sistem
operasi merupakan penghubung antara pengguna komputerdengan perangkat keras komputer.
Pengertian sistem operasi secaraumum adalah suatu pengelola seluruh sumber daya
yang terdapatpada sistem komputer dan menyediakan sekumpulan layanan
untukmemudahkan dan memberi kenyamanan dalam penggunaan dan
pemanfaatan
sumber daya sistem komputer.
Sistem
operasi jaringan atau sistem operasi komputer yang dipakaisebagai server dalam
jaringan komputer hampir mirip dengan system operasi komputer stand alone,
bedanya hanya pada sistem operasi jaringan, salah satu komputer harus bertindak
sebagai server bagikomputer lainnya. Sistem operasi dalam jaringan disamping
berfungsiuntuk mengelola sumber daya dirinya sendiri juga untuk mengelola
sumber
daya komputer lain yang tergabung dalam jaringan.
Perangkat lunak system yang bertugas untuk
melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras serta operasi – operasi dasar
system, termasuk menjalankan software aplikasi seperti program – program
pengolah kata dan browser web. Perangkat lunak system yang bertugas untuk
melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras serta operasi – operasi dasar
system termasuk menjalankan software aplikasi seperti program – program
pengolah kata dan browser web. Sistem operasi merupakan penghubung antara
pengguna komputer dengan perangkat keras komputer.
2. Jenis-Jenis Sistem Operasi Jaringan
a. Sistem Operasi Jaringan Berbasis Text
Sistem Operasi Jaringan Berbasis Text adalah
sistem operasi yang proses instalasinya, user diharapkan untuk menghafal sintax
– sintax atau perintah DOS yang digunakan untuk menjalankan suatu proses
instalasi Sistem Operasi Jaringan tersebut,
Berikut
beberapa contoh Sistem Operasi jaringan berbasis text
o Linux
Debian
o Linux
Suse
o Sun
Solaris
o Linux
Mandrake
o Knoppix
o MacOS
o UNIX
o Windows
NT
o Windows
2000 Server Windows 2003 Server,dll
b. Sistem
Operasi Jaringan Berbasis GUI
Sistem Operasi Jaringan Berbasis
GUI adalah Sistem operasi yang dalam proses Instalasinya, user tidak perlu
menghafal perintah DOS atau bahasa pemograman yang digunakannya, dengan catatan
menggunakan perintah perintah yang berupa gambar atau simbol .
Berikut beberapa contoh
Sistem Operasi jaringan berbasis GUI
·
Linux Redhat
·
Windows NT 3.51
·
Windows 2000 (NT 5.0)
·
Windows Server 2003
·
Windows XP
·
Microsoft MS-NET
·
Microsoft LAN Manager
·
Novell NetWare,dll
3. Menginstal dan Mengkonfigurasi Jaringan
a. Cara
Menginstal Driver NIC pada SO berbasis Windows
Untuk menginstall driver pada 'komputer atau laptop
terdapat dua cara yaitu Cara yang pertama
dengan menginstall secara langsung software driver dari perangkat yang
digunakan sesuai dengan merk dan typenya seperti driver NIC, driver VGA, audio,
webcam dan perangkat lain.
lalu
cara yang kedua adalah dengan cara:
·
Masuk ke menu Control
Panel\System and Security\System kemudian pada sidebar sebelah kiri, pilih
Device Manager.
·
lalu perhatikan perangkat
mana saja yang belum terinstall driver, biasanya ada tanda (?) berwarna kuning
jika driver belum terinstall.
·
Klik kanan pada perangkat
yang akan diistall kemudian prilih Update Driver Software.
·
kemudian arahkan dimana
letak dari driver tersebut disimpan.
·
Selanjutnya tunggu sampai
sistem selesai memperbarui driver tersebut.
b. Cara Mengkonfigurasi Jaringan Berbasis GUI
(Windows dan Linux)
Langkah-langkah
menginstall windows seven 7:
1.
Siapkan DVD instalasi Windows Seven (7) dan catat serial numbernya
2.
Atur agar komputer booting dari dvd, pengaturan dilakukan lewat bios, bisanya
tekan delete atau f2 ketika komputer baru dinyalakan pilih setingan booting
kemudian pilih dvd rom menjadi urutan pertama. simpan konfigurasi bios dengan
cara menekan f10.
3.
Masukkan DVD Instalasi
4.
Tekan tombol mana saja jika muncul tulisan boot from cd or dvd
5.
Muncul tampilan cara instalasi windows 7
6.
Selanjutnya muncul tampilan, klik next cara instalasi windows 7
7.
klik Install Now cara instalasi windows 7
8.
Beri tanda cek dann klik next cara instalasi windows 7
9.
Karena kita sedang melakukan clean install maka pilih yang Custom (advanced) cara
instalasi windows 7
10.
Pilih partisi yang akan dipakai untuk menginstal windows seven (7), contoh di
bawah hardisk belum di bagi2 kedalam beberapa partisi, jika ingin membagi
kedalam beberapa partisi sebelum proses instalasi pilih Drive options
(advanced) disitu kita bisa membuat, menghapus dan meresize partisi. tapi dari
pada bingun untuk yang pertama kali instalasi windows mending langsung pilih
next saja, toh pembagian partisi bisa dilakukan setelah proses instalasi
selesai.cara instalasi windows 7
11.
Proses instalasi dimulai….. proses instalasi ini memakan waktu yang cukup
lama..cara instalasi windows 7
12.
Setelah proses di atas selese komputer akan otomatis restart sendiri. kumudian
muncul seperti dibawah cara instalasi windows 7
13.
Ketikkan nama user dan nama computer anda cara instalasi windows 7
14.
Kemudian isikan password untuk keamanan komputer anda. Jika tidak isi komputer
anda tidak ada passwordnya. cara instalasi windows 7
15.
Masukkan Windows Product key yang sudah dicatat di awal tadi, jika tidak ada
anda mendapat masa trial windows 7 selama 30 hari cara instalasi windows 7
16.
Selanjutnya setingan apakah windows akan otomatis meng update atau tidak cara
instalasi windows 7
17.
Kemudian setingan time zone cara instalasi windows 7
18.
selesai..
c. Cara Mengkonfigurasi Perangkat Jaringan pada
SO Jaringan Berbasis Text
· Pilihlah
menu Advanced BIOS Features sehingga akan muncul tampilan setting BIOS.
· Pilihlah
urutan booting komputer yang pertama kali dari CDROM lalu menyimpan setting
BIOS.
· Setelah
melakukan setting BIOS masukkan CD #1 Master Linux Redhat lalu komputer di restart sehingga komputer
akan booting dari CDROM. Setelah komputer booting dari CD, maka akan muncul
menu tampilan pemilihan mode instalasi.
· Dalam
menu ini ada 3 pilihan yaitu mode instalasi dengan GUI atau instalasi berbasis
text atau option 3. Untuk melakukan proses instalasi berbasis text pilihlah
menu kedua dengan menuliskan Linux text lalu tekan tombol
· Setelah
memilih pilihan kedua yaitu mode text, maka akan dibawa ke menu instalasi
Redhat 9 untuk melakukan pengecekan CD master instalasi yang akan digunakan
sebagai master instalasi. Untuk melakukan pengecekan CD master dapat dipilih
menu OK. Jika CD Master instalasi Redhat 9 dalam keadaan baik dapat dapat
dipilih SKIP.
· Jika
memilih OK maka sistem akan melakukan pengecekan CD Master instalasi apakah masih
baik atau ada kerusakan. Proses pengecekan memerlukan waktu yang cukup lama
tergantung pada kecepatan baca CDROM untuk itu proses pengecekan CD master ini
dapat dilewati sehingga akan mempercepat proses instalasi.
· Setelah
selesai melakukan pengecekan atau melewati menu pengecekan CD, maka akan muncul
tampilan selamat dating.
· Dalam
menu ini hanya ada satu pilihan yaitu OK sehingga harus dipilih dengan menekan
tombol.
· Pilih
salah satu bahasa yang anda kuasai untuk melakukan proses instalasi. Sebagai
default adalah bahasa Inggris.
· Kebetulan
pada saat instalasi digunakan mouse PS/2 scroll sehingga akan muncul seperti
tampilan.
· Instalasi
Redhat Linux 9 menyediakan 4 pilihan jenis instalasi yaitu sebagai Personal
Komputer, sebagai Workstation, Sebagai Server atau Custom. Untuk sistem operasi
jaringan maka pilihlah sebagai server.
· Dalam
instalasi Redhat Linux 9, diperlukan partisi hardisk minimal menjadi 2 yaitu
untuk /root dan swap. Untuk membuat partisi dapat dilakukan secara otomatik
maupun manual.
· Jika
hardisk yang digunakan sudah mempunyai partisi dengan format lain seperti Fat
16 untuk Windows 97, Fat 32 untuk win 98, ME atau NTFS untuk Win XP, 2000 dan
NT, maka anda dapat mempertahankan partisi sebelumnya dengan memilih pilihan
Keep all partition and use existing free space.
· Pilihan
Remove all partition on this system akan menghapus semua partisi dalam hardisk
sehingga semua data akan hilang. Jika hardisk yang digunakan untuk melakukan
instalasi masih kosong sebaiknya pilih menu ini.
· Jika
mengalami proses pembuatan partisi hardisk mengalami kegagalan, maka dapat
dilakukan pengulangan proses partisi dengan kembali ke menu sebelumnya.
· Dengan
Disk Druid ini dapat dibuat partisi sesuai dengan kebutuhan.
· terlihat
bahwa hardisk yang digunakan telah memiliki partisi sebanyak 3 yaitu
masing-masing menggunakan format NTFS. Untuk membuat partisi baru pilih menu
[NEW], untuk mengubah format partisi pilihlah [EDIT], dan untuk menghapus
partisi yang sudah ada pilih [DELETE].
· Setelah
anda melakukan proses partisi hardisk maka hasilnya akan terlihat seperti
gambar di atas yang minimal terdiri dari 2 partisi utama yaitu /root dan swap.
Dalam instalasi sistem operasi berbasis Linux biasanya digunakan partisi yang
cukup banyak yaitu /root, /boot, /home, /var, /usr dan swap.
·
Setelah proses partisi
selesai dilakukan baik secara otomatis maupun manual, maka proses selanjutnya
adalah pemilihan Boot Loader.
d. Cara Mengecek Jaringan Bekerja Dengan Baik
· Klik start
· Pilihlah settings (pengaturan)
· Pilih ethernet
· Pilihlah Network and Sharing Center. Network
and Sharing Center adalah fitur di Windows 10 tempat Anda bisa menemukan status
jaringan, jenis komunikasi yang dimiliki, koneksi ke komputer milik orang lain (jika
ada), dan koneksi ke internet Anda saat ini.
· Klik ikon di sebelah “Connections." Ikon
yang muncul tergantung pada jenis koneksi. Sebagai contoh, “Ethernet" akan
dipasangkan dengan ikon “steker” kabel eternet dan koneksi nirkabel akan
dipasangkan dengan ikon lima palang.
·
Klik Details. Anda akan membuka jendela yang
menampilkan detail koneksi jaringan Anda.
B.
Membagi Alamat Jaringan pada Perangkat Jaringan
1. Node
Pada Jaringan
a. Pengertian Node
Node ( Latin nodus, ‘simpul’) adalah salah satu titik
sambungan, titik redistribusi, atau titik akhir komunikasi (beberapa terminal
peralatan). Definisi node tergantung kepada jaringan dan protokol lapisan
tersebut. Node jaringan fisik adalah perangkat aktif elektronik yang terpasang
kedalam jaringan, dan mampu membuat, menerima, atau mengirimkan informasi
melalui saluran komunikasi.
b. Node Pada Jaringan
Komputer
Dalam komunikasi data, node jaringan fisik dapat
berupa sebuah peralatan komunikasi data (DCE) seperti modem , hub , bridge atau
beralih ; atau peralatan terminal data yang (DTE) seperti handset digital
telepon, printer atau komputer host , misalnya router, workstation atau server.
Jika jaringan yang dimaksud adalah LAN atau WAN , maka
setiap LAN atau WAN simpul (yang setidaknya lapisan data link perangkat) harus
memiliki alamat MAC, biasanya memiliki satu untuk setiap antarmuka pengendali
jaringan yang dimilikinya. Contohnya adalah komputer, switch paket, xDSL modem
(dengan antarmuka Ethernet) dan LAN nirkabel jalur akses.
Perhatikan bahwa hub merupakan simpul jaringan fisik,
tapi bukan merupakan node jaringan LAN, karena jaringan hubbed logis adalah
jaringan bus. Analog, repeater ataupun
modem PSTN adalah node jaringan fisik tetapi tidak node LAN dalam pengertian
ini.
Jika jaringan yang dimaksud adalah Internet atau
Intranet, banyak node jaringan fisik komputer host , dan dikenal dengan node
Internet, diidentifikasi oleh alamat IP, dan semua host node jaringan fisik.
Namun, beberapa lapisan datalink perangkat seperti switch, jembatan dan WLAN jalur
akses tidak memiliki alamat IP host (kecuali kadang-kadang untuk tujuan
administratif), dan tidak dianggap node Internet atau host, tapi node jaringan
sebagai fisik dan node LAN.
Jadi kesimpulannya adalah Node artinya titik. Dalam
konteks jaringan, node adalah anggota jaringan yang dapat menerima data atau
menghasilkan data. ada pula node yang dapat menghasilkan sekaligus menerima
data. Contoh node yaitu komputer server serta client.
c. Fungsi Node
Node dapat berupa perangkat elektronik aktif, termasuk komputer,
telepon atau printer, selama terhubung ke internet dan karena itu memiliki
alamat IP. Peran node adalah untuk mendukung jaringan dengan menjaga salinan
dari blockchain dan, dalam beberapa kasus, untuk memproses transaksi. Node sering
diatur dalam struktur pohon, yang dikenal sebagai pohon biner. Setiap
cryptocurrency memiliki simpulnya sendiri, mempertahankan catatan transaksi
itu.
Node adalah bagian individual dari struktur data yang lebih besar
yang memblokir blok. Mengingat pemilik node secara rela menyumbangkan sumber
komputasi mereka untuk menyimpan dan mengkonfirmasi transaksi, mereka memiliki
kesempatan untuk mengumpulkan biaya transaksi dan mendapatkan imbalan dalam
cryptocurrency dasarnya untuk melakukannya. Ini dikenal sebagai penambangan
atau penempaan.
Node dapat menjadi titik komunikasi atau titik redistribusi komunikasi, yang terhubung ke node lain.
Setiap node di jaringan dianggap sama, tetapi node tertentu memiliki peran
berbeda dalam cara mereka mendukung jaringan. Misalnya, tidak semua node akan
menyimpan salinan lengkap dari blok atau mendukung transaksi.
Satu node penuh mengunduh
salinan lengkap satu blok dan memeriksa setiap transaksi baru yang datang
berdasarkan protokol konsensus yang digunakan oleh kode cryptocurrency atau
token utilitas tertentu. Semua node menggunakan protokol persetujuan yang sama
untuk tetap selaras satu sama lain. Ini adalah node di jaringan yang
mengkonfirmasi dan memvalidasi transaksi, memasukkannya ke dalam blok.
Node selalu sampai pada kesimpulan sendiri apakah transaksi itu
sah dan harus ditambahkan ke blok dengan transaksi lain, terlepas dari
bagaimana node lain bertindak.
Didalam jaringan
komputer dikenal sistem koneksi antar node (komputer), yaitu:
1.
Peer to Peer (P2P)

Secara bahasa, peer dapat diartikan sebagai rekan sekerja. Peer
to peer merupakan suatu model dimana tiap PC dapat menggunakan resource pada PC
lain atau memberikan resourcenya untuk dipakai PC lain.
Tidak ada yang bertindak sebagai server yang mengatur sistem
komunikasi dan penggunaan resource komputer yang ada di jaringan, dengan kata
lain setiap komputer dapat berfungsi sebagai client maupun server pada saat
yang sama. Peer-to-peer network dapat juga bisa diartikan sebagai jaringan
komputer yang terdiri dari beberapa komputer, terhubung langsung dengan kabel
crossover atau wireless atau juga dengan perantara hub atau switch.
Komputer pada jaringan peer-to-peer ini normalnya berjumlah
sedikit dengan 1-2 printer. Demi pemakaian khusus, seperti riset, laboratorium
komputer, dan lainnya. Maka model peer to peer ini bisa saja dikembangkan untuk
koneksi lebih dari 10 hingga 100 komputer.
Misalnya terdapat beberapa unit komputer dalam satu departemen,
diberi nama group yang sesuai dengan departemen yang bersangkutan.
Masing-masing komputer diberi alamat IP dari satu kelas IP yang sama agar
bisa saling sharing untuk bertukar data atau resource yang
dimiliki komputer masing-masing, seperti printer, cdrom, file dan lain-lain
2. Client Server.

Client Server adalah model jaringan yang menggunakan satu atau
beberapa komputer sebagai server yang memberikan resource-nya kepada komputer
lain (client) dalam jaringan, server akan mengatur mekanisme akses resource
yang boleh digunakan. Dan juga mekanisme komunikasi antar node dalam jaringan.
Selain pada jaringan lokal, sistem ini bisa juga diterapkan
dengan teknologi internet. Dimana hanya ada suatu unit komputer berfungsi
sebagai server, yang hanya memberikan pelayanan bagi komputer lain dan client
yang juga hanya meminta layanan dari server.
Jenis layanan
Client-Server antara lain :
§
File Server: memberikan layanan fungsi
pengelolaan file.
§
Print Server: memberikan layanan fungsi
pencetakan.
§
Database Server: proses-proses fungsional
tentang database dijalankan pada mesin ini dan stasiun lain dapat minta
pelayanan.
§
DIP (Document Information Processing):
mempersembahkan pelayanan fungsi penyimpanan, manajemen dan pengambilan data.
2. Segment Pada Jaringan
a. Pengertian Segmentasi Jaringan
Segmentasi
jaringan adalah tindakan atau praktik membelah jaringan komputer menjadi
Subnetwork, masing-masing menjadi segmen jaringan. Keuntungan dari pemisahan
tersebut terutama untuk meningkatkan kinerja dan meningkatkan keamanan.
b. Keuntungan Segmentasi Jaringan
·
Berkurangnya kemacetan:
peningkatan performa tercapai, karena pada jaringan tersegmentasi terdapat
lebih sedikit host per subjaringan, sehingga meminimalkan lalu lintas lokal
·
Keamanan yang lebih baik
o Siaran
akan dimuat ke jaringan lokal. Struktur jaringan internal tidak akan terlihat
dari luar.
o Ada
pengurangan permukaan serangan yang tersedia untuk Pivot jika
salah satu host pada segmen jaringan dikompromikan. Vektor serangan umum
seperti keracunan LLMNR dan NetBIOS dapat
sebagian dikurangi dengan segmentasi jaringan yang tepat karena mereka hanya
bekerja pada jaringan lokal. Untuk alasan ini dianjurkan untuk menyegmentasikan
berbagai area jaringan dengan menggunakan. Contoh dasar adalah untuk membagi
server web, database server dan pengguna standar mesin masing-masing ke segmen
mereka sendiri.
o Dengan
membuat segmen jaringan yang berisi hanya sumber daya khusus untuk konsumen
yang Anda otorisasikan aksesnya, Anda menciptakan lingkungan yang paling tidak
istimewa
·
Berisi masalah jaringan:
membatasi efek dari kegagalan lokal di bagian lain dari Jaringan
·
Mengontrol akses
pengunjung: akses pengunjung ke jaringan dapat dikontrol dengan
menerapkan VLAN untuk
memisahkan Jaringan
c. Kelas
IP Address, Subnetting, dan VLSM
· IP Address
IP Address adalah alamat yang diberikan ke
jaringan dan peralatan jaringan yang menggunakan protokol TCP/IP. IP Address
terdiri atas 32 bit (biary digit atau bilangan duaan) angka biner yang dibagi
dalam 4 oket (byte) terdiri dari 8 bit. Setiap bit mempresentasikan bilangan
desimal mulai dari 0 sampai 255.
Jenis-jenis
IP Address terdiri dari :
Ø IP
Public
Public
bit tertinggi range address bit network address
kelas
A 0 0 – 127* 8
kelas
B 10 128 – 191 16
kelas
C 110 192 – 223 24
kelas
D 1110 224 – 239 28
Ø Privat
IP Privat ini dapat digunakan dengan bebas
tetapi tidak dikenal pada jaringan internet global. Karena itu biasa
dipergunakan pada jaringan tertutup yang tidak terhubung ke internet, misalnya
jaringan komputer ATM.
10.0.0.0
– 10.255.255.255
172.16.0.0
– 172.31.255.255
192.168.0.0
– 192.168.255.255
Kesimpulan
1.0.0.0
- 126.0.0.0 : Kelas A.
127.0.0.0
: Loopback network.
128.0.0.0
- 191.255.0.0 : Kelas B.
192.0.0.0
- 223.255.255.0 : Kelas C.
224.0.0.0
= 240.0.0.0 : Class E, reserved.
· Subneting
Seorang Network
Administrator sering kali membutuhkan pembagian network dari suatu IP Address
yang telah diberikan oleh Internet Service Provider (ISP). Dikerenakan
persedian IP Address pada saat ini sangat terbatas akibat menjamurnya
situs-situs di internet. Cara untuk membagi network ini disebut dengan
subneting dan hasil dari subneting disebut subnetwork.
Penghitungan:
Seperti sudah saya sebutkan sebelumnya semua pertanyaan tentang subnetting akan
berpusat di 4 hal, jumlah subnet, jumlah host per subnet, blok subnet, alamat
host dan broadcast yang valid. Jadi kita selesaikan dengan urutan seperti itu:
1. Jumlah
Subnet = 2x, dimana x adalah
banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk
kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 22 =
4 subnet
2. Jumlah
Host per Subnet = 2y – 2, dimana y
adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir
subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 – 2 = 62 host
3. Blok
Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir
subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi
total subnetnya adalah 0, 64, 128, 192.
4. Bagaimana
dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita langsung buat
tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan
broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.
|
Subnet |
192.168.1.0 |
192.168.1.64 |
192.168.1.128 |
192.168.1.192 |
|
Host
Pertama |
192.168.1.1 |
192.168.1.65 |
192.168.1.129 |
192.168.1.193 |
|
Host
Terakhir |
192.168.1.62 |
192.168.1.126 |
192.168.1.190 |
192.168.1.254 |
|
Broadcast |
192.168.1.63 |
192.168.1.127 |
192.168.1.191 |
192.168.1.255 |
Kita
sudah selesaikan subnetting untuk IP address Class C. Dan kita bisa melanjutkan
lagi untuk subnet mask yang lain, dengan konsep dan teknik yang sama. Subnet
mask yang bisa digunakan untuk subnetting class C adalah:
|
Subnet Mask |
Nilai
CIDR |
|
255.255.255.128 |
/25 |
|
255.255.255.192 |
/26 |
|
255.255.255.224 |
/27 |
|
255.255.255.240 |
/28 |
|
255.255.255.248 |
/29 |
|
255.255.255.252 |
/30 |
· VLSM
(Variable Leght Subnet Mask)
Konsep
subneting memang menjadi solusi dalam mengatasi jumlah pemakaian IP Address.
Akan tetapi kalau diperhatikan maka akan banyak subnet. Penjelasan lebih detail
pada contoh :
contoh
:
Pada
suatu perusahaan yang mempunyai 6 departemen ingin membagi networknya, antara
lain :
1.
Departemen A = 100 host
2.
Departemen B = 57 host
3.
Departemen C = 325 host
4.
Departemen D = 9 host
5.
Departemen E = 500 host
6.
Departemen F = 25 host
IP
Address yang diberikan dari ISP adalah 160.100.0.0/16
Apabila
kita menggunakan subneting biasa maka akan mudah di dapatkan akan tetapi hasil
dari subneting (seperti contoh 1) tersebut akan terbuang sia-sia karena hasil
dari subneting terlalu banyak daripada jumlah host yang dibutuhkan. Maka
diperlukan perhitingan VLSM yaitu :
Urut
kebutuhan host yang diperlukan
1.
Departemen E = 500 host
2.
Departemen C = 325 host
3.
Departemen A = 100 host
4.
Departemen B = 57 host
5.
Departemen F = 25 host
6.
Departemen D = 9 host
Ubah
menjadi biner
network-portion
host-portion
10100000
01100100 00000000 00000000
11111111
11111111 00000000 00000000
Jika
pada subneting dimabil dari network maka pada VLSM diambil pada dari host
l
Untuk 500 host
network-portion
host-portion
10100000
01100100 00000000 00000000
11111111
11111111 00000000 00000000
Untuk
500 host dimabil 9 bit dari host-portion karena
2n-2
> jumlah host
Hasilnya
160.100.0.0/23
C.
Mendokumentasikan Pengalamatan Jaringan
1. Mencatat alamat masing-masing node atau
perangkat jaringan
2. Membuat
Dokumentasi pengalamatan jaringan
a. Membuat denah jaringan
b.
Menggambarkan topologi jaringan
c. Laporan hasil pencatatan pengalamatan
jaringan
Referensi
:
1.
Ahamddul Hadi, 2016, ADMINISTRASI JARINGAN KOMPUTER, Jakarta, KENCANA
2.
Herman Yuliandoko, 2018, JARINGAN KOMPUTER WIRE DAN WIRELESS BESERTA
PENERPANNYA, Yogyakarta, CV Budi Utama
3.
Haqqi, M., & Badrul, M, 2016, Segmentasi Jaringan Dengan Menggunakan
Virtual Local Area Network, Jakarta, Jurnal Teknik Komputer
4.
https://www.jagoanhosting.com/blog/node-adalah/
Diakses pada tanggal 16 maret 2022
5.https://networkingindo.wordpress.com/2017/08/14/bab-2-mengkonfigurasi-sistem-operasi-jaringan/
Diakses pada tanggal 16 maret 2022
Lembar informasi
Komentar
Posting Komentar