MERANCANG PENGALAMATAN JARINGAN

 

MERANCANG PENGALAMATAN JARINGAN

Oleh: Hadi Supriadi

NIM/Kelas: 211223004 / 2A

 

 

 

 

 

 

 

A. Mengidentifikasi Sistem Operasi pada Jaringan

1.     Pengertian Sistem Operasi

Sistem operasi merupakan penghubung antara pengguna komputerdengan perangkat keras komputer. Pengertian sistem operasi secaraumum adalah suatu pengelola seluruh sumber daya yang terdapatpada sistem komputer dan menyediakan sekumpulan layanan untukmemudahkan dan memberi kenyamanan dalam penggunaan dan

pemanfaatan sumber daya sistem komputer.

Sistem operasi jaringan atau sistem operasi komputer yang dipakaisebagai server dalam jaringan komputer hampir mirip dengan system operasi komputer stand alone, bedanya hanya pada sistem operasi jaringan, salah satu komputer harus bertindak sebagai server bagikomputer lainnya. Sistem operasi dalam jaringan disamping berfungsiuntuk mengelola sumber daya dirinya sendiri juga untuk mengelola

sumber daya komputer lain yang tergabung dalam jaringan.

 

      Perangkat lunak system yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras serta operasi – operasi dasar system, termasuk menjalankan software aplikasi seperti program – program pengolah kata dan browser web. Perangkat lunak system yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras serta operasi – operasi dasar system termasuk menjalankan software aplikasi seperti program – program pengolah kata dan browser web. Sistem operasi merupakan penghubung antara pengguna komputer dengan perangkat keras komputer.

2.   Jenis-Jenis Sistem Operasi Jaringan

a.   Sistem Operasi Jaringan Berbasis Text

     Sistem Operasi Jaringan Berbasis Text adalah sistem operasi yang proses instalasinya, user diharapkan untuk menghafal sintax – sintax atau perintah DOS yang digunakan untuk menjalankan suatu proses instalasi Sistem Operasi Jaringan tersebut,

Berikut beberapa contoh Sistem Operasi jaringan berbasis text

o  Linux Debian

o  Linux Suse

o  Sun Solaris

o  Linux Mandrake

o  Knoppix

o  MacOS

o  UNIX

o  Windows NT

o  Windows 2000 Server  Windows 2003 Server,dll

b.    Sistem Operasi Jaringan Berbasis GUI

              Sistem Operasi Jaringan Berbasis GUI adalah Sistem operasi yang dalam proses Instalasinya, user tidak perlu menghafal perintah DOS atau bahasa pemograman yang digunakannya, dengan catatan menggunakan perintah perintah yang berupa gambar atau simbol .

                       Berikut beberapa contoh Sistem Operasi jaringan berbasis GUI

·         Linux Redhat

·         Windows NT 3.51

·         Windows 2000 (NT 5.0)

·         Windows Server 2003

·         Windows XP

·         Microsoft MS-NET

·         Microsoft LAN Manager

·         Novell NetWare,dll

3.  Menginstal dan Mengkonfigurasi Jaringan

a.      Cara Menginstal Driver NIC pada SO berbasis Windows

Untuk  menginstall driver pada 'komputer atau laptop terdapat dua cara yaitu Cara yang pertama  dengan menginstall secara langsung software driver dari perangkat yang digunakan sesuai dengan merk dan typenya seperti driver NIC, driver VGA, audio, webcam dan perangkat lain.

lalu cara yang kedua adalah dengan cara:

·         Masuk ke menu Control Panel\System and Security\System kemudian pada sidebar sebelah kiri, pilih Device Manager.

·         lalu perhatikan perangkat mana saja yang belum terinstall driver, biasanya ada tanda (?) berwarna kuning jika driver belum terinstall.

·         Klik kanan pada perangkat yang akan diistall kemudian prilih Update Driver Software.

·         kemudian arahkan dimana letak dari driver tersebut disimpan.

·         Selanjutnya tunggu sampai sistem selesai memperbarui driver tersebut.

b.  Cara Mengkonfigurasi Jaringan Berbasis GUI (Windows dan Linux)

Langkah-langkah menginstall windows seven 7:

1. Siapkan DVD instalasi Windows Seven (7) dan catat serial numbernya

2. Atur agar komputer booting dari dvd, pengaturan dilakukan lewat bios, bisanya tekan delete atau f2 ketika komputer baru dinyalakan pilih setingan booting kemudian pilih dvd rom menjadi urutan pertama. simpan konfigurasi bios dengan cara menekan f10.

3. Masukkan DVD Instalasi

4. Tekan tombol mana saja jika muncul tulisan boot from cd or dvd

5. Muncul tampilan cara instalasi windows 7

6. Selanjutnya muncul tampilan, klik next cara instalasi windows 7

7. klik Install Now cara instalasi windows 7

8. Beri tanda cek dann klik next cara instalasi windows 7

9. Karena kita sedang melakukan clean install maka pilih yang Custom (advanced) cara instalasi windows 7

10. Pilih partisi yang akan dipakai untuk menginstal windows seven (7), contoh di bawah hardisk belum di bagi2 kedalam beberapa partisi, jika ingin membagi kedalam beberapa partisi sebelum proses instalasi pilih Drive options (advanced) disitu kita bisa membuat, menghapus dan meresize partisi. tapi dari pada bingun untuk yang pertama kali instalasi windows mending langsung pilih next saja, toh pembagian partisi bisa dilakukan setelah proses instalasi selesai.cara instalasi windows 7

11. Proses instalasi dimulai….. proses instalasi ini memakan waktu yang cukup lama..cara instalasi windows 7

12. Setelah proses di atas selese komputer akan otomatis restart sendiri. kumudian muncul seperti dibawah cara instalasi windows 7

13. Ketikkan nama user dan nama computer anda cara instalasi windows 7

14. Kemudian isikan password untuk keamanan komputer anda. Jika tidak isi komputer anda tidak ada passwordnya. cara instalasi windows 7

15. Masukkan Windows Product key yang sudah dicatat di awal tadi, jika tidak ada anda mendapat masa trial windows 7 selama 30 hari cara instalasi windows 7

16. Selanjutnya setingan apakah windows akan otomatis meng update atau tidak cara instalasi windows 7

17. Kemudian setingan time zone cara instalasi windows 7

18. selesai..

c.  Cara Mengkonfigurasi Perangkat Jaringan pada SO Jaringan Berbasis Text

·   Pilihlah menu Advanced BIOS Features sehingga akan muncul tampilan setting BIOS.

·   Pilihlah urutan booting komputer yang pertama kali dari CDROM lalu menyimpan setting BIOS.

·   Setelah melakukan setting BIOS masukkan CD #1 Master Linux Redhat  lalu komputer di restart sehingga komputer akan booting dari CDROM. Setelah komputer booting dari CD, maka akan muncul menu tampilan pemilihan mode instalasi.

·   Dalam menu ini ada 3 pilihan yaitu mode instalasi dengan GUI atau instalasi berbasis text atau option 3. Untuk melakukan proses instalasi berbasis text pilihlah menu kedua dengan menuliskan Linux text lalu tekan tombol

·   Setelah memilih pilihan kedua yaitu mode text, maka akan dibawa ke menu instalasi Redhat 9 untuk melakukan pengecekan CD master instalasi yang akan digunakan sebagai master instalasi. Untuk melakukan pengecekan CD master dapat dipilih menu OK. Jika CD Master instalasi Redhat 9 dalam keadaan baik dapat dapat dipilih SKIP.

·   Jika memilih OK maka sistem akan melakukan pengecekan CD Master instalasi apakah masih baik atau ada kerusakan. Proses pengecekan memerlukan waktu yang cukup lama tergantung pada kecepatan baca CDROM untuk itu proses pengecekan CD master ini dapat dilewati sehingga akan mempercepat proses instalasi.

·   Setelah selesai melakukan pengecekan atau melewati menu pengecekan CD, maka akan muncul tampilan selamat dating.

·   Dalam menu ini hanya ada satu pilihan yaitu OK sehingga harus dipilih dengan menekan tombol.

·   Pilih salah satu bahasa yang anda kuasai untuk melakukan proses instalasi. Sebagai default adalah bahasa Inggris.

·   Kebetulan pada saat instalasi digunakan mouse PS/2 scroll sehingga akan muncul seperti tampilan.

·   Instalasi Redhat Linux 9 menyediakan 4 pilihan jenis instalasi yaitu sebagai Personal Komputer, sebagai Workstation, Sebagai Server atau Custom. Untuk sistem operasi jaringan maka pilihlah sebagai server.

·   Dalam instalasi Redhat Linux 9, diperlukan partisi hardisk minimal menjadi 2 yaitu untuk /root dan swap. Untuk membuat partisi dapat dilakukan secara otomatik maupun manual.

·   Jika hardisk yang digunakan sudah mempunyai partisi dengan format lain seperti Fat 16 untuk Windows 97, Fat 32 untuk win 98, ME atau NTFS untuk Win XP, 2000 dan NT, maka anda dapat mempertahankan partisi sebelumnya dengan memilih pilihan Keep all partition and use existing free space.

·   Pilihan Remove all partition on this system akan menghapus semua partisi dalam hardisk sehingga semua data akan hilang. Jika hardisk yang digunakan untuk melakukan instalasi masih kosong sebaiknya pilih menu ini.

·   Jika mengalami proses pembuatan partisi hardisk mengalami kegagalan, maka dapat dilakukan pengulangan proses partisi dengan kembali ke menu sebelumnya.

·   Dengan Disk Druid ini dapat dibuat partisi sesuai dengan kebutuhan.

·   terlihat bahwa hardisk yang digunakan telah memiliki partisi sebanyak 3 yaitu masing-masing menggunakan format NTFS. Untuk membuat partisi baru pilih menu [NEW], untuk mengubah format partisi pilihlah [EDIT], dan untuk menghapus partisi yang sudah ada pilih [DELETE].

·   Setelah anda melakukan proses partisi hardisk maka hasilnya akan terlihat seperti gambar di atas yang minimal terdiri dari 2 partisi utama yaitu /root dan swap. Dalam instalasi sistem operasi berbasis Linux biasanya digunakan partisi yang cukup banyak yaitu /root, /boot, /home, /var, /usr dan swap.

·   Setelah proses partisi selesai dilakukan baik secara otomatis maupun manual, maka proses selanjutnya adalah pemilihan Boot Loader.

d. Cara Mengecek Jaringan Bekerja Dengan Baik

·     Klik start

·     Pilihlah settings (pengaturan)

·     Pilih ethernet

·     Pilihlah Network and Sharing Center. Network and Sharing Center adalah fitur di Windows 10 tempat Anda bisa menemukan status jaringan, jenis komunikasi yang dimiliki, koneksi ke komputer milik orang lain (jika ada), dan koneksi ke internet Anda saat ini.

·     Klik ikon di sebelah “Connections." Ikon yang muncul tergantung pada jenis koneksi. Sebagai contoh, “Ethernet" akan dipasangkan dengan ikon “steker” kabel eternet dan koneksi nirkabel akan dipasangkan dengan ikon lima palang.

·     Klik Details. Anda akan membuka jendela yang menampilkan detail koneksi jaringan Anda.

 

B. Membagi Alamat Jaringan pada Perangkat Jaringan

1.     Node Pada Jaringan

a.  Pengertian Node

Node ( Latin nodus, ‘simpul’) adalah salah satu titik sambungan, titik redistribusi, atau titik akhir komunikasi (beberapa terminal peralatan). Definisi node tergantung kepada jaringan dan protokol lapisan tersebut. Node jaringan fisik adalah perangkat aktif elektronik yang terpasang kedalam jaringan, dan mampu membuat, menerima, atau mengirimkan informasi melalui saluran komunikasi.

b. Node Pada Jaringan Komputer

Dalam komunikasi data, node jaringan fisik dapat berupa sebuah peralatan komunikasi data (DCE) seperti modem , hub , bridge atau beralih ; atau peralatan terminal data yang (DTE) seperti handset digital telepon, printer atau komputer host , misalnya router, workstation atau server.

Jika jaringan yang dimaksud adalah LAN atau WAN , maka setiap LAN atau WAN simpul (yang setidaknya lapisan data link perangkat) harus memiliki alamat MAC, biasanya memiliki satu untuk setiap antarmuka pengendali jaringan yang dimilikinya. Contohnya adalah komputer, switch paket, xDSL modem (dengan antarmuka Ethernet) dan LAN nirkabel jalur akses.

Perhatikan bahwa hub merupakan simpul jaringan fisik, tapi bukan merupakan node jaringan LAN, karena jaringan hubbed logis adalah jaringan bus.  Analog, repeater ataupun modem PSTN adalah node jaringan fisik tetapi tidak node LAN dalam pengertian ini.

Jika jaringan yang dimaksud adalah Internet atau Intranet, banyak node jaringan fisik komputer host , dan dikenal dengan node Internet, diidentifikasi oleh alamat IP, dan semua host node jaringan fisik. Namun, beberapa lapisan datalink perangkat seperti switch, jembatan dan WLAN jalur akses tidak memiliki alamat IP host (kecuali kadang-kadang untuk tujuan administratif), dan tidak dianggap node Internet atau host, tapi node jaringan sebagai fisik dan node LAN.

Jadi kesimpulannya adalah Node artinya titik. Dalam konteks jaringan, node adalah anggota jaringan yang dapat menerima data atau menghasilkan data. ada pula node yang dapat menghasilkan sekaligus menerima data. Contoh node yaitu komputer server serta client.

c.   Fungsi Node

Node dapat berupa perangkat elektronik aktif, termasuk komputer, telepon atau printer, selama terhubung ke internet dan karena itu memiliki alamat IP. Peran node adalah untuk mendukung jaringan dengan menjaga salinan dari blockchain dan, dalam beberapa kasus, untuk memproses transaksi. Node sering diatur dalam struktur pohon, yang dikenal sebagai pohon biner. Setiap cryptocurrency memiliki simpulnya sendiri, mempertahankan catatan transaksi itu.

Node adalah bagian individual dari struktur data yang lebih besar yang memblokir blok. Mengingat pemilik node secara rela menyumbangkan sumber komputasi mereka untuk menyimpan dan mengkonfirmasi transaksi, mereka memiliki kesempatan untuk mengumpulkan biaya transaksi dan mendapatkan imbalan dalam cryptocurrency dasarnya untuk melakukannya. Ini dikenal sebagai penambangan atau penempaan.

Node dapat menjadi titik komunikasi atau titik redistribusi komunikasi, yang terhubung ke node lain. Setiap node di jaringan dianggap sama, tetapi node tertentu memiliki peran berbeda dalam cara mereka mendukung jaringan. Misalnya, tidak semua node akan menyimpan salinan lengkap dari blok atau mendukung transaksi.

Satu node penuh mengunduh salinan lengkap satu blok dan memeriksa setiap transaksi baru yang datang berdasarkan protokol konsensus yang digunakan oleh kode cryptocurrency atau token utilitas tertentu. Semua node menggunakan protokol persetujuan yang sama untuk tetap selaras satu sama lain. Ini adalah node di jaringan yang mengkonfirmasi dan memvalidasi transaksi, memasukkannya ke dalam blok.

Node selalu sampai pada kesimpulan sendiri apakah transaksi itu sah dan harus ditambahkan ke blok dengan transaksi lain, terlepas dari bagaimana node lain bertindak.

Didalam jaringan komputer dikenal sistem koneksi antar node (komputer), yaitu:

1. Peer to Peer (P2P)

Peer to Peer (P2P)

Secara bahasa, peer dapat diartikan sebagai rekan sekerja. Peer to peer merupakan suatu model dimana tiap PC dapat menggunakan resource pada PC lain atau memberikan resourcenya untuk dipakai PC lain.

Tidak ada yang bertindak sebagai server yang mengatur sistem komunikasi dan penggunaan resource komputer yang ada di jaringan, dengan kata lain setiap komputer dapat berfungsi sebagai client maupun server pada saat yang sama. Peer-to-peer network dapat juga bisa diartikan sebagai jaringan komputer yang terdiri dari beberapa komputer, terhubung langsung dengan kabel crossover atau wireless atau juga dengan perantara hub atau switch.

Komputer pada jaringan peer-to-peer ini normalnya berjumlah sedikit dengan 1-2 printer. Demi pemakaian khusus, seperti riset, laboratorium komputer, dan lainnya. Maka model peer to peer ini bisa saja dikembangkan untuk koneksi lebih dari 10 hingga 100 komputer.

Misalnya terdapat beberapa unit komputer dalam satu departemen, diberi nama group yang sesuai dengan departemen yang bersangkutan. Masing-masing komputer diberi alamat IP dari satu kelas IP yang sama agar bisa saling sharing untuk bertukar data atau resource yang dimiliki komputer masing-masing, seperti printer, cdrom, file dan lain-lain

2. Client Server.

client-server_model

Client Server adalah model jaringan yang menggunakan satu atau beberapa komputer sebagai server yang memberikan resource-nya kepada komputer lain (client) dalam jaringan, server akan mengatur mekanisme akses resource yang boleh digunakan. Dan juga mekanisme komunikasi antar node dalam jaringan.

Selain pada jaringan lokal, sistem ini bisa juga diterapkan dengan teknologi internet. Dimana hanya ada suatu unit komputer berfungsi sebagai server, yang hanya memberikan pelayanan bagi komputer lain dan client yang juga hanya meminta layanan dari server.

Jenis layanan Client-Server antara lain :

§  File Server: memberikan layanan fungsi pengelolaan file. 

§  Print Server: memberikan layanan fungsi pencetakan. 

§  Database Server: proses-proses fungsional tentang database dijalankan pada mesin ini dan stasiun lain dapat minta pelayanan. 

§  DIP (Document Information Processing): mempersembahkan pelayanan fungsi penyimpanan, manajemen dan pengambilan data.

2. Segment Pada Jaringan

a. Pengertian Segmentasi Jaringan

      Segmentasi jaringan adalah tindakan atau praktik membelah jaringan komputer menjadi Subnetwork, masing-masing menjadi segmen jaringan. Keuntungan dari pemisahan tersebut terutama untuk meningkatkan kinerja dan meningkatkan keamanan.

b. Keuntungan Segmentasi Jaringan

·   Berkurangnya kemacetan: peningkatan performa tercapai, karena pada jaringan tersegmentasi terdapat lebih sedikit host per subjaringan, sehingga meminimalkan lalu lintas lokal

·   Keamanan yang lebih baik

o Siaran akan dimuat ke jaringan lokal. Struktur jaringan internal tidak akan terlihat dari luar.

o Ada pengurangan permukaan serangan yang tersedia untuk Pivot jika salah satu host pada segmen jaringan dikompromikan. Vektor serangan umum seperti keracunan LLMNR dan NetBIOS dapat sebagian dikurangi dengan segmentasi jaringan yang tepat karena mereka hanya bekerja pada jaringan lokal. Untuk alasan ini dianjurkan untuk menyegmentasikan berbagai area jaringan dengan menggunakan. Contoh dasar adalah untuk membagi server web, database server dan pengguna standar mesin masing-masing ke segmen mereka sendiri.

o Dengan membuat segmen jaringan yang berisi hanya sumber daya khusus untuk konsumen yang Anda otorisasikan aksesnya, Anda menciptakan lingkungan yang paling tidak istimewa

·   Berisi masalah jaringan: membatasi efek dari kegagalan lokal di bagian lain dari Jaringan

·   Mengontrol akses pengunjung: akses pengunjung ke jaringan dapat dikontrol dengan menerapkan VLAN untuk memisahkan Jaringan

c.    Kelas IP Address, Subnetting, dan VLSM

·   IP Address

    IP Address adalah alamat yang diberikan ke jaringan dan peralatan jaringan yang menggunakan protokol TCP/IP. IP Address terdiri atas 32 bit (biary digit atau bilangan duaan) angka biner yang dibagi dalam 4 oket (byte) terdiri dari 8 bit. Setiap bit mempresentasikan bilangan desimal mulai dari 0 sampai 255.

Jenis-jenis IP Address terdiri dari :

Ø IP Public

Public bit tertinggi range address bit network address

kelas A 0 0 – 127* 8

kelas B 10 128 – 191 16

kelas C 110 192 – 223 24

kelas D 1110 224 – 239 28

Ø Privat

    IP Privat ini dapat digunakan dengan bebas tetapi tidak dikenal pada jaringan internet global. Karena itu biasa dipergunakan pada jaringan tertutup yang tidak terhubung ke internet, misalnya jaringan komputer ATM.

10.0.0.0 – 10.255.255.255

172.16.0.0 – 172.31.255.255

192.168.0.0 – 192.168.255.255

Kesimpulan

1.0.0.0 - 126.0.0.0 : Kelas A.

127.0.0.0 : Loopback network.

128.0.0.0 - 191.255.0.0 : Kelas B.

192.0.0.0 - 223.255.255.0 : Kelas C.

224.0.0.0 = 240.0.0.0 : Class E, reserved.

·       Subneting

Seorang Network Administrator sering kali membutuhkan pembagian network dari suatu IP Address yang telah diberikan oleh Internet Service Provider (ISP). Dikerenakan persedian IP Address pada saat ini sangat terbatas akibat menjamurnya situs-situs di internet. Cara untuk membagi network ini disebut dengan subneting dan hasil dari subneting disebut subnetwork.

Penghitungan: Seperti sudah saya sebutkan sebelumnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berpusat di 4 hal, jumlah subnet, jumlah host per subnet, blok subnet, alamat host dan broadcast yang valid. Jadi kita selesaikan dengan urutan seperti itu:

1.      Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet

2.      Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 – 2 = 62 host

3.      Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi total subnetnya adalah 0, 64, 128, 192.

4.      Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita langsung buat tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.

Subnet

192.168.1.0

192.168.1.64

192.168.1.128

192.168.1.192

Host Pertama

192.168.1.1

192.168.1.65

192.168.1.129

192.168.1.193

Host Terakhir

192.168.1.62

192.168.1.126

192.168.1.190

192.168.1.254

Broadcast

192.168.1.63

192.168.1.127

192.168.1.191

192.168.1.255

Kita sudah selesaikan subnetting untuk IP address Class C. Dan kita bisa melanjutkan lagi untuk subnet mask yang lain, dengan konsep dan teknik yang sama. Subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class C adalah:

Subnet Mask

Nilai CIDR

255.255.255.128

/25

255.255.255.192

/26

255.255.255.224

/27

255.255.255.240

/28

255.255.255.248

/29

255.255.255.252

/30

 

·  VLSM (Variable Leght Subnet Mask)

Konsep subneting memang menjadi solusi dalam mengatasi jumlah pemakaian IP Address. Akan tetapi kalau diperhatikan maka akan banyak subnet. Penjelasan lebih detail pada contoh :

contoh :

Pada suatu perusahaan yang mempunyai 6 departemen ingin membagi networknya, antara lain :

1. Departemen A = 100 host

2. Departemen B = 57 host

3. Departemen C = 325 host

4. Departemen D = 9 host

5. Departemen E = 500 host

6. Departemen F = 25 host

 

IP Address yang diberikan dari ISP adalah 160.100.0.0/16

Apabila kita menggunakan subneting biasa maka akan mudah di dapatkan akan tetapi hasil dari subneting (seperti contoh 1) tersebut akan terbuang sia-sia karena hasil dari subneting terlalu banyak daripada jumlah host yang dibutuhkan. Maka diperlukan perhitingan VLSM yaitu :

Urut kebutuhan host yang diperlukan

1. Departemen E = 500 host

2. Departemen C = 325 host

3. Departemen A = 100 host

4. Departemen B = 57 host

5. Departemen F = 25 host

6. Departemen D = 9 host

Ubah menjadi biner

network-portion host-portion

10100000 01100100 00000000 00000000

11111111 11111111 00000000 00000000

Jika pada subneting dimabil dari network maka pada VLSM diambil pada dari host

l Untuk 500 host

network-portion host-portion

10100000 01100100 00000000 00000000

11111111 11111111 00000000 00000000

Untuk 500 host dimabil 9 bit dari host-portion karena

2n-2 > jumlah host

 

Hasilnya 160.100.0.0/23

C. Mendokumentasikan Pengalamatan Jaringan

1.  Mencatat alamat masing-masing node atau perangkat jaringan

     2.  Membuat Dokumentasi pengalamatan jaringan

a.  Membuat denah jaringan

          b.  Menggambarkan topologi jaringan

c.  Laporan hasil pencatatan pengalamatan jaringan

 

 

Referensi :

1. Ahamddul Hadi, 2016, ADMINISTRASI JARINGAN KOMPUTER, Jakarta, KENCANA

2. Herman Yuliandoko, 2018, JARINGAN KOMPUTER WIRE DAN WIRELESS BESERTA PENERPANNYA, Yogyakarta, CV Budi Utama

3. Haqqi, M., & Badrul, M, 2016, Segmentasi Jaringan Dengan Menggunakan Virtual Local Area Network, Jakarta, Jurnal Teknik Komputer

4. https://www.jagoanhosting.com/blog/node-adalah/ Diakses pada tanggal 16 maret 2022

5.https://networkingindo.wordpress.com/2017/08/14/bab-2-mengkonfigurasi-sistem-operasi-jaringan/ Diakses pada tanggal 16 maret 2022


Lembar informasi

unduh



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengumpulkan Kebutuhan Teknis Pengguna yang Menggunakan Jaringan